Get Adobe Flash player
Kita Sukseskan Rakernas 2012 dengan tema “Pemantapan Sistem Kamar untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum dan Meningkatkan Profesionalisme Hakim”
Click on the slide!

Sambutan Ketua MA RI kepada Para Peserta Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

{flv}Sambutan{/flv}

More...
Click on the slide!

Testimoni Tuada Pembinaan tentang Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

Testimoni Ketua Muda Pembinaan tentang Persiapan Rakernas 2012

{flv}testimoni-tuada-bin{/flv}

More...
Click on the slide!

Persiapan Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Liputan Umum

Ketua MA Mempersiapkan Rakernas 2012

{jcomments on}{tab=Indonesia} Rakernas kali ini juga akan menerapkan Sistem Paperless…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Bahasa Indonesia

Berdasarkan Hasil Survey, Pelaksanaan Reformasi Birokrasi Jilid II Cukup Menggembirakan

Jakarta | Portal Rakernas (20/9)

 

MA telah berhasil melaksanakan Reformasi Birokrasi Jilid  I  yang diindikasikan dengan tercapainya  5 quick win. Kini MA berada pada perjalanan reformasi birokrasi jiid II. Kalau RB I bersifat intensional maka RB II selain bersifat intansional juga bersifat nasional. Kalau RB I tuntutan area perubahan hanya 5, maka  di RB II areanya berjumlah 8. Meski sistem RB II lebih “pelik”, namun berdasarkan survey, hasilnya cukup menggembirakan.

Ketua Muda Pembinaan Mahkamah Agung, Widayatno Sastrohardjono mengemukakan hal tersebut pada sesi ke  4  Rakernas Mahkamah Agung, Senin malam (19/9). Tuada yang juga wakil ketua pelaksana Tim RB Mahkamah Agung membawakan materi  Reformasi Birokrasi Mahkamah Agung dan Peradilan di Bawahnya.

English Version

The Presentation by The Deputy Chief Justice for Organizing and Development :

Based on The Survey Results,

The Implementation of the Bureaucratic Reform Chapter II is Quite Encouraging


Jakarta, The National Working Portal (20/9)

The Supreme Court of The Republic of Indonesia has succed in implementing The Bureaucratic Reform Chapter I. This success was indicated with the fulfillment of 5 quick win. Nowadays, The Supreme Court is on the way to The Bureaucratic Reform Chapter II (RB II). If The RB I was  intentional, then The RB II besides being intentional is also national. There were only 5 changing areas in RB I, but in RB II there are 8. Eventhough The RB II System  is more “complex”, but based on surveys, the results are quite encouraging.

Deputy Chief Justice for Organizing and Development The Honourable Widayatno Sastroharjono, SH., M.Sc delivered above information in the Fourth Session of The Supreme Court National Working Meeting 2011, Monday night (19/9). The Chief Justice who is also served as The Vice Chairman of the RB Implementation Team presented material about “The Bureaucratic Reform of The Supreme Court of The Republic of Indonesia, and Its Subordinates Courts”.

Bahasa Indonesia


Jangan Puas

 

Dalam paparannya, Tuada Pembinaan menjelaskan bahwa untuk mendapatkan gambaran progress  reformasi birokrasi jilid II ini,   MA telah mengadakan survey terhadap implementasi reformasi birokrasi di 8 area.  Hasil dari survey tersebut, menurut Tuada, cukup menggembirakan.  Sebagai contoh, untuk sosialisasi reformasi birokrasi ke seluruh aparatur peradilan, 64 % responden menjawab dilaksanakan kurang dari 1 bulan. Kepemilikan SOP yang menjadi indikator keberhasilan untuk area tatalaksana,  96 % responden menjawab telah memiliki.

“ini hasil yang menggembirakan”, tegas penanggung jawab Rakernas 2011 ini.

Meskipun potret pelaksanaan reformasi birokrasi jilid dua yang diperoleh dari hasil survey cukup menggembirakan, namun Tuada Pembinaan meminta supaya tidak puas dengan capaian itu. “Bagi peserta rakernas yang merasa menjawab capaian reformasi birokrasi dengan nilai yang negatif,  harus berusaha untuk meningkatkannya menjadi positif’, ujarnya memberi motivasi.

Ia juga mengingatkan bahwa capaian reformasi birokrasi jilid dua ini akan segera mendapat evaluasi dari Tim  Independen dan Quality Assurance. “Akhir September atau Oktober mendatang akan ada Tim QA yang menilai keberhasilan reformasi birokrasi kita”, jelasnya.

“Para pimpinan pengadilan diharapkan mensosialisasikan program reformasi birokrasi ini ke seluruh jajarannya, jangan sampai ada staf yang tidak tahu menahu tentang  reformasi birokrasi”, pungkasnya.

Bahasa Inggris

Do Not Be Satisfied

In his presentation, Mr. Widayatno explained that to get the illustration on RB II progress, The Supreme Court has surveyed 8 areas concerning the Bureaucratic Reform Implementation. According to the Deputy Chief Justice, the results are quite encouraging. For example, in terms of the bureaucratic reform socialization to all judicial apparatus, 64% respondents answered that it is conducted less than 1 month. In terms of the SOP possession, which is an indicator of the work success, 96% respondents claimed their possession.

“these are encouraging results”, asserted The National Working Meeting 2011 PIC.

Despite the pleasing results, Mr. Widiyono said not to be satisfied with the achievements. “To those participants who think have negative grades in answering bureaucratic reform achievements, must try to improve it,” said The Deputy Chief Justice for Organizing and Development.

He also reminded that the RB II achievements will soon be evaluated by The Independent and Quality Assurance Team (QA Team). “Next September or October, there will be QA Team to assess the success of our bureaucratic reform”. Mr. Widiyono added, “The courts leaders are expected to socialize this bureaucratic reform program to all staffs, lest staffs not know about the bureaucratic reform”.