Get Adobe Flash player
Kita Sukseskan Rakernas 2012 dengan tema “Pemantapan Sistem Kamar untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum dan Meningkatkan Profesionalisme Hakim”
Click on the slide!

Sambutan Ketua MA RI kepada Para Peserta Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

{flv}Sambutan{/flv}

More...
Click on the slide!

Testimoni Tuada Pembinaan tentang Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

Testimoni Ketua Muda Pembinaan tentang Persiapan Rakernas 2012

{flv}testimoni-tuada-bin{/flv}

More...
Click on the slide!

Persiapan Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Liputan Umum

Ketua MA Mempersiapkan Rakernas 2012

{jcomments on}{tab=Indonesia} Rakernas kali ini juga akan menerapkan Sistem Paperless…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Bahasa Indonesia

Panitera Presentasikan Keadaan Perkara MA

Ketua MA : "Target Penyelesaian Perkara,  Pecahkan Rekor 2010"

Jakarta | Portal Rakernas (21/9)

Panitera Mahkamah Agung, H. Suhadi, SH, MH, mempresentasikan keadaan perkara mahkamah agung dihadapan anggota komisi V, komisi khusus,  Rakernas Mahkamah Agung, Rabu (21/9). Komisi khusus adalah komisi yang anggotanya terdiri dari pimpinan Mahkamah Agung, Hakim Agung, Hakim ad hoc MA, para Panitera Muda, dan Panitera Muda Tim. Rapat pada komisi ini dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung.


Dalam presentasi  Panitera, tergambar bahwa MA berhasil mereduksi tunggakan perkara dengan hasil yang cukup signifikan.”Akhir 2001, MA memiliki sisa  20.314 perkara, kini pada akhir Agustus 2011 sisa perkara tersebut berjumlah 7.869”, papar Panitera dalam presentasi. Sementara itu  jumlah perkara yang diterima MA, dari tahun ke tahun selalu menunjukkan peningkatan. “tahun 2005, MA menerima perkara masuk berjumlah 7.468 perkara, pada tahun 2010 perkara yang diterima berjumlah 13.480”, imbuh Panitera.

English Version

Registrar Presented Cases in Supreme Court

Chief Justice of Supreme Court: "Target Completion of Cases, Brake the Record 2010"

Jakarta | National Working Meeting Portal (21/9)

Registrar of Supreme Court, H. Suhadi, SH, MH, presented cases in Supreme Court in front of commission V, special commission, National Working Meeting of Supreme Court, Wednesday (21/9). Special commission is a commission that consists of the chief of Supreme Court, Justices, Judge of Ad Hoc, Registrars, and Registrar for Team. This meeting is directly led by Chief Justice of Supreme Court.

In the presentation of registrar, imaged that Supreme Court managed to reduce arrears cases with significant results. “End 2001, Supreme Court had 20.314 cases, now, end of August, we just had 7869 cases”, Said the Registrar. Meanwhile, the number of cases received by the Supreme Court, from year to year always show an increase. “In 2005, Supreme Court received 7468 cases, in 2010, received 13.480”.

Bahasa Indonesia

Menurut Panitera, berhasilnya MA dalam program pengikisan perkara dalam kondisi perkara yang diterima selalu meningkat, ini menunjukkan produktifitas yang baik. Berdasarkan data yang dipaparkan Panitera, setiap bulannya MA berhasil memutus perkara rata-rata diatas seribu. Bahkan  pada tahun 2010, MA memutus perkara sebanyak 13.891. Jumlah tersebut merupakan terbesar sepanjang sejarah.

Pecahkan Rekor 2010

Mengenai produktifitas penyelesaian perkara, Ketua MA meminta kepada para Hakim Agung untuk meningkatkan produktifitasnya. “Tahun 2010 kita memutus dalam jumlah terbanyak sepanjang sejarah MA, yakni 13.891 perkara. Kita harus pecahkan rekor tersebut di tahun ini”, ungkap Ketua.
Mengenai data penyelesaian perkara di tahun 2011, dalam paparan Panitera tergambar bahwa hingga Agustus perkara yang telah diputus berjumlah 9453 perkara. Jumlah ini jika dibandingkan dengan capainya 2010 terdapat kenaikan 0,75 %. Sementara sisa perkara akhir Agustus berjumlah 7.896 perkara. “jumlah ini turun 13,10 % jika dibandingkan dengan sisa perkara pada periode yang sama di tahun 2010”, jelas Panitera.


Sementara itu jumlah perkara yang telah dikirim ke Pengadilan Pengaju hingga Agustus 2011, berjumlah  9.815 perkara. “Rasio perkara masuk  vs perkara  kirim periode Januari-Agustus 2011 mencapai angka 109, 97 %”, ungkapnya lagi. “Kita berharap produktifitas ini bisa lebih ditingkatkan sehingga pada akhir tahun nanti, sisa perkara bisa berada di angka 6.000-an”, pungkas Panitera. [an]

English Version

 

According Registrar, a successful of Supreme Court program in case the matter annihilation received is always increasing, it shows good productivity. Based on the data, every month, Supreme Court decided the case over a thousand averagely. Even in 2010, the Supreme Court decided the case as many as 13,891. This amount is the largest in history.

Break the record 2010

About the productivity of cases completion, Chief Justice of Supreme Court asked to the Justices to improve their productivity. “In 2010, we decided the highest number in the history of the Supreme Court, which is 13,891 cases. “We have to break the record in this year”, said Chief Justice. Regarding the settlement of case data in 2011, it shows that until August, the cases that were already verdicted are about 9453 cases. This amount is compared with the reach in 2010 were increases of 0.75%. While the rest of the cases the end of August totaled 7.896 case. "This amount down 13,10% when compared with the rest of the case in the same period in the year 2010", explained the Registrar.


Meanwhile the number of cases submitted to the Court of First Instance until August 2011, totaling 9.815 cases. “"The ratio of incoming cases vs sent cases the period January-August 2011 reached 109, 97%", he said again. “We hope this productivity could be improved so that at the end of the year, the remaining cases could be in the number of 6000", concluded the Registrar.