Get Adobe Flash player
Kita Sukseskan Rakernas 2012 dengan tema “Pemantapan Sistem Kamar untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum dan Meningkatkan Profesionalisme Hakim”
Click on the slide!

Sambutan Ketua MA RI kepada Para Peserta Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

{flv}Sambutan{/flv}

More...
Click on the slide!

Testimoni Tuada Pembinaan tentang Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

Testimoni Ketua Muda Pembinaan tentang Persiapan Rakernas 2012

{flv}testimoni-tuada-bin{/flv}

More...
Click on the slide!

Persiapan Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Liputan Umum

Ketua MA Mempersiapkan Rakernas 2012

{jcomments on}{tab=Indonesia} Rakernas kali ini juga akan menerapkan Sistem Paperless…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Bahasa Indonesia

Akhirnya Rakernas Berbasis TI Terlaksana dengan Sukses

Jakarta l Portal Rakernas

Rakernas Mahkamah Agung 2011 yang berlangsung dari tanggal 18 hingga 22 September 2011 di Hotel Mercure Ancol berlangsung sukes. Meskipun ada beberapa hambatan, hal itu bisa teratasi dengan baik.

Ketua Panitia Pelaksana Rakernas, Wahyu Widiana, menyatakan hal itu ketika memberikan laporan dalam rapat pleno penutupan Rakernas, Kamis (22/9/2011).

“Dengan demikian, Rakernas paperless bisa dikatakan berhasil,” ujar Wahyu Widiana, yang disambut tepuk tangan meriah para peserta Rakernas.

Kesuksesan ini terasa istimewa lantaran Rakernas kali ini mengoptimalkan pemanfaatan Teknologi Informasi (TI). Segala informasi mengenai Rakernas dapat diakses melalui portal informasi. Bahan-bahan rakernas berupa soft copy, bukan hard copy, sehingga disebut paperless atau tanpa kertas.

English Version

 

Finally, IT Based National Working Meeting Implemented Successfully

Jakarta | National Working Meeting Portal

National Working Meting of Supreme Court 2011 that was held from September 18th-22nd in Mercure Hotel, Ancol successfully implemented. Even there were obstacles, it was handled well.

The OC, Wahyu Widiana, said it when giving the report in closing plenary meeting of National

“"Thus, paperless National Working Meeting could be said successful", said Wahyu Widiana, and applauded by the participants.

This successfulness becomes very special because the optimalization of Information Technology. All information about National Working Meeting could be accessed via information portal. The materials of National Working Meeting are in soft copy, not hard copy, so it is called paperless.

 

Bahasa Indonesia

Wahyu Widiana mengakui, awalnya sempat muncul kekuatiran bila Rakernas kali ini kurang berhasil karena menerapkan paperless.

Kekuatiran pertama, peserta tidak tahu informasi mengenai Rakernas karena tidak pernah mengakses informasi lewat portal Rakernas. Ternyata kekuatiran ini tidak terbukti. Mereka yang tidak bisa hadir bukan karena tidak tahu informasi rakernas, melainkan karena sakit atau sebab lain.

Kekuatiran kedua, peserta tidak siap mengikuti Rakernas karena tidak mengunduh materi rakernas dari portal yang telah disediakan. Kekuatiran ini pun kemudian sirna. Hal ini terlihat dari diskusi-diskusi yang berlangsung.

“Bahkan mereka lebih siap karena jauh-jauh hari sudah menyiapkan diri,” kata Wahyu Widiana, yang lagi-lagi diiringi applause para peserta.

Melalui kesempatan ini, Wahyu Widiana juga menyampaikan bahwa Rakernas tahun ini dapat diikuti oleh seluruh warga peradilan seluruh Indonesia karena bisa diakses melalui internet.

Hingga Kamis pagi, portal Rakernas telah dikunjungi oleh 9666 pengunjung. Tercatat 57 berita, 49 materi, dan 28 pengumuman yang dipublikasikan. Sementara itu, komentar yang masuk berjumlah 59.

Menurut Wahyu Widiana, kesuksesan ini akan berdampak positif. “Semoga hijrah dari era hard copy ke soft copy ini menjadi modal bagi reformasi birokrasi di MA dan lembaga peradilan di bawahnya,” ujarnya.

Sebelum mengakhiri laporannya, pria yang sehari-hari menjabat Dirjen Badan Peradilan Agama ini menyampaikan terima kasih kepada YM Ketua MA Harifin A Tumpa dan kepada para pimpinan MA, hakim agung, pengurus IKAHI, pengurus IPASPI, Pengurus Dharmayukti, serta seluruh panitia dan pihak-pihak lain yang terlibat dalam penyelenggaraan Rakernas ini.

Tidak lupa, Wahyu Widiana menyampaikan permintaan maaf atas segala kekurangan, baik dalam hal penyediaan fasilitas maupun dalam memberikan pelayanan.

(hermansyah)

 

English Version

 

Wahyu Widiana said, for the first time, there was an afraid if paperless implementation unsuccessful. The participant did not know about National Working Meeting because they never access any information in National Working Meeting portal. But it did not proved. They could not attend because of sick or other reason.

Other afraid, the participants did not ready for National Working Meeting because did not upload the materials from portal. But it did not proved. It showed from the discussion.

“Even they were prepared them self long before the day”, said Wahyu Widiana and applauded again by the participants.

Through this chance, Wahyu Widiana also said if National Working Meeting next year will be followed by all citizens of justice throughout Indonesia because it could be accessed from internet.

Until Thursday morning, National Working Meeting portal was visited by 9666 visitors. Noted that 57 news, 49 materials and 28 announcements have published and 59 comments.

According to Wahyu Widiana, this successful gives positive effect. “Hopefully, the movement from hard copy era to soft copy era becomes modal for bureaucrat reformation in Supreme Court and other courts below”.

Before ending this report, this Director General of Religious Courts, also thanks to the honorable Chief Justice of Supreme Court Harifin Tumpa, the Supreme Court leaders, Justices, crew of IKAHI, crew of IPASPI, crew of Dharmayukti and all committee and the others.

Wahyu Widiana also said sorry for all weaknesses in facility and service giving.