Get Adobe Flash player
Kita Sukseskan Rakernas 2012 dengan tema “Pemantapan Sistem Kamar untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum dan Meningkatkan Profesionalisme Hakim”
Click on the slide!

Sambutan Ketua MA RI kepada Para Peserta Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

{flv}Sambutan{/flv}

More...
Click on the slide!

Testimoni Tuada Pembinaan tentang Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Serba-serbi

Testimoni Ketua Muda Pembinaan tentang Persiapan Rakernas 2012

{flv}testimoni-tuada-bin{/flv}

More...
Click on the slide!

Persiapan Rakernas 2012

Rakernas 2012 >> Liputan Umum

Ketua MA Mempersiapkan Rakernas 2012

{jcomments on}{tab=Indonesia} Rakernas kali ini juga akan menerapkan Sistem Paperless…

More...
Frontpage Slideshow (version 2.0.0) - Copyright © 2006-2008 by JoomlaWorks

Indonesia

Humas-Manado: "Kekhawatiran saya terhadap peserta tidak bisa mengikuti system paperless di rakernas ini terbantahkan, karena semua peserta sekarang sudah terbiasa hijrah dari sistem cetak ke sistem digital, sejak jauh hari mereka sudah bisa membaca bahan-bahan rakernas di Portal Rakernas Mahakamah Agung, untuk itu saya menyatakan bahwa Rakernas yang menggunakan system paperless untuk kedua kalinya ini berhasil." Ungkap Ketua Steering committee Rakernas Mahkamah Agung , Nurhadi SH., MH, dalam sambutannya pada acara Penutupan Rakernas 2012 di hotel Peninsula Manado (1/11).

Nurhadi menegaskan bahwa beberapa peserta yang tidak bisa mengikuti Rakernas bukan karena tidak bisa mengakses bahan-bahan di portal Rakernas, tetapi karena sakit atau kegiatan yang memang tidak bisa digantikan.  Dalam laporannya Sekretaris Ketua Mahkamah Agung ini malaporkan bahwa Rakernas yang berlangsung selama empat hari ini (28 Oktober sampai 1 November) berjalan dengan tertib dan  sesuai jadwal yang telah dibuat. Rakenas ini juga dibarengi dengan suksesnya rakernas Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) rakernas Ikatan Panitera Sekretaris Indonesia (IPASPI), dan Rakernas Dharmayukti Karini.

English

The Second times, Paperless in the National Working Meeting Success

PR-Manado: "My concern for the participants could not follow a paperless system in this National Working Meeting indisputable, because all participants are now used to move from the print system to a digital system, since long before they have been able to read the materials on the National Working Meeting Portal  Of  Supreme Court, for that I declare that the National Working Meeting using paperless system for the second time worked. " said Steering committee chairman of the National Working Meeting of Supreme Court, Nurhadi SH., MH, in his speech at the Closing in Peninsula Hotel Manado (1/11).
Nurhadi confirmed that some participants were not able to follow this meeting not because they can not access the materials on the portal, but because of illness or an activity that can not be replaced. In his report the Secretary of the Chief Justice said that this meeting which lasted for four days (28 October to 1 November) run well and according to the schedule have been made. It is also coupled with the success of the National Working Meeting of Indonesian Judges Bond (IKAHI), the National Working Meeting of Indonesia Registrars Bond (IPASPI), and the National Working Meeting of Dharmayukti Karini.

Indonesia

Hakim wajib menjaga integritas dan kode etik

Ketua Mahkamah Agung dalam sambutannya pada acara Penutupan Rakernas ini mengatakan bahwa lembaga peradilan memiliki sifat kemandirian yang harus dijaga bersama. Untuk tetap menjaga kemandirian kehakiman, para hakim telah dibekali kode etik untuk dijadikan panduan. Kode etik ini telah disepakati oleh Mahkamah Agung dan Komisi Yudisial, "Jadi, sangat tidak etis jika ada hakim yang bilang bahwa "saya tidak tahu jika hal itu termasuk melanggar kode etik."   Jangan sampai kita gagal meneggakkan kode etik, kita harus berkualitas, berintegritas sehingga pantas disebut yang "mulia". Terang lelaki asal Makassar ini.

Tertangkapnya hakim-hakim yang melanggar kode etik, baik karena suap maupun yang tertangkap di tempat hiburan dalam keadaan tidak pantas adalah contoh hakim-hakim yang tidak mengerti kode etik dan tidak bisa menjaga integritas. Hatta Ali mengatakan "Bagi hakim yang tidak bisa menjalankan kode etik dengan baik, saya persilahkan memilih jalannya sendiri."

Meskipun begitu, sebagai hakim kita tidak boleh menutup mata, kita harus sama-sama  saling menjaga, kepercayaan publik harus diraih dan dipertahankan. Sudah menjadi keniscayaan, sebuah kepercayaan sulit diraih, tetapi sangat mudah hilang. Karena kita bukanlah apa-apa tanpa kepercayaan publik.

Mengenai Rakernas, mantan ketua Muda Bidang Pengawasan ini mengharapkan hasil rapat jangan sampai berhenti di pertemuan ini saja, hasil ini harus menetes di titik terbawah tingkat pengadila. Harus dipahami oleh semua hakim, panitera,dan staf. Topic-topik  yang ada harus ditelaah dan dianalisis dan didistribusikan ke pihak-pihak yang terkait. Buat timeline dan adakan monitoring dan evaluasi sehingga pelaksanaaannya sesuai harapan. Rakernas adalah jalan terpenting dalam menyatukan visi dan misi, rakernas adalah contoh luar biasa dalam transfer of knowledge, untuk itu hasil Rakernas harus dipahami dari titik nol badan peradilan hingga titik teratas peradilan.

Hatta Ali berpesan kepada seluruh peserta bahwa sepulangnya dari Rakernas ini semua peserta memiliki tugas untuk mengawasi seluruh kesepakatan. Semua peserta  harus menjaga amanat dan kepercayaan Negara yang telah dimandatkan dalam bentuk kesejahteraan. Beliau juga berpesan kepada seluruh hakim agar bisa menjadi manusia yang hidup untuk memanusiakan orang lain. "Saya berharap kita semua bisa meneladani slogan kota Manado Si tou timou tumou tou, yang artinya Manusia hidup untuk  memanusiakan orang lain." Tutup Hatta. (Az)

English

JUDGE MUST MAINTAIN CODE OF CONDUCT AND INTEGRITY
Chief Justice of Supreme Court in his speech at the National Working Meeting Closing  said that the institution has independence that has to be kept together. To keep the independence of the judiciary, judges have been equipped with the code of conduct to use as a guide. This code has been approved by the Supreme Court and the Judicial Commission, "So, it is not ethical if there is a judge who said that" I do not know if that break the code of conduct. "Let us not fail to uphold the code of conduct, we have quality, integrity that deserves to be called a "noble". Said this Makassar man
The capture of the judges who violate the code, either for reward or captured in the state of entertainment content is an example of judges who do not understand the code of conduct and can not maintain its integrity. Hatta Ali said: "For the judge who can not run the code properly, I let to chose his own path."
As judges we should not close our eyes, we must keep each other, the public trust must be achieved and maintained. It becomes inevitable, a belief elusive, but very easy to lose. Because we are nothing without public trust.
Regarding the National Working Meeting, former Deputy Chief Justice of Supervision expects the meeting not to stop at this meeting, this result should be dripping to the lowest court level. It should be understood by all judges, registrar, and staff. There are topics that should be studied and analyzed and distributed to the relevant parties. Create a timeline and hold a monitoring and evaluation so the implementing as expected. The National Working Meeting is the important way in unifying vision and mission, it is an outstanding example of the transfer of knowledge, it must be understood from the results from zero to the top judiciary.

Hatta Ali notices to all participants after this meeting, they have a duty to supervise the whole deal. All participants must maintain the trustee and the trust state that has been mandated in the form of welfare. He also advised the judges to be a whole human being alive to humanize others. "I wish we all could emulate the slogan of the city of Manado The timou tumou tou tou, which means human life to humanize others." Close Hatta.

 

Comments  

 
0 #1 Masrinedi-PA Painan 2012-11-01 16:03
Semoga seluruh hasil Rakernas dapat nantinya diterapkan di masing-masing Satker pengadilan se-Indonesia dalam rangka menyukseskan RBPP Jilid II. Aamiin !
Selamat kembali pulang ke tempat asal buat Bapak/Ibu peserta Rakernas dengan membawa kenangan manis selama ber-Rakernas :-)
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh