Indonesia
Manado-Humas: Ketua Mahkamah Agung Dr. Hatta Ali., SH., MH membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional 2012 di ruang Lotus Dua Hotel Peninsula Manado pukul 10.00 WIT (29/10) dengan tema Pemantapan Sistem Kamar Untuk Mewujudkan Kesatuan Hukum Dan Meningkatkan Profesionalisme Hakim. Sama seperti tahun lalu, Rakernas kali ini juga menggunakan sistem paperless. "Ini adalah kali kedua Mahkamah Agung RI melaksanakan Rakernas dengan mengedepankan go green. Jadi, bisa dibuktikan di atas meja para peserta tidak ada kertas kecuali buku panduan." Ungkap mantan Ketua Muda Bidang Pengawasan Mahkamah Agung RI Itu.
Hatta Ali menjelaskan bahwa Rakernas kali ini masih merupakan rangkaian cara untuk mewujudkan cita-cita membangun badan peradilan yang agung, untuk itu hal-hal seperti,
1. Menjaga kemandirian badan peradilan
2. Memberi pelayan hukum yang berkeadilan bagi pencari keadilan
3. Meningkatkan kualitas putusan dan
4. Meningkatkan kredibilitas dan transparansi badan peradilan
Harus tetap ditingkatkan dan terus ditingkatkan.
English
The Chief Justice Of Supreme Court open the National Working Meeting 2012
Manado-PR: Chief Justice of Supreme Court, Dr. Hatta Ali., SH., MH officially opened the National Working Meeting 2012 in Room Lotus Two Peninsula Hotel Manado at 10:00 WIT ( (29/10), concerned on the theme Strengthening Room System To Achieve Unity of Law and Improve Judges Professionalism. Just like last year, the National working Meeting of the year also uses a paperless system. "This is the second time for Supreme Court to held National Working Meeting go green. Thus, it can be proved no paper on the participants’ table except guidebooks." said the former Deputy Chief Justice of Supervision of Supreme Court.
Hatta Ali explained that the National Working Meeting this year is still a series of ways to achieve the goal : noble judiciary, for that, matter-things like,
1. Maintain the independence of the judiciary
2. Providing legal services for the justice seeker
3. Improving the quality of verdict and
4. Enhance the credibility and transparency of the judiciary
should be increased and improved.
|
IndonesiaHumas-Manado Musyawarah Nasional IV Dharmayukti Karini 2012 diselenggarakan di Hotel Aryadutha, Manado, mengangkat tema “Melalui Musyawarah Nasional IV Daharmayukti Karini, kita tingkatkan tertib administrasi dalam pelaksanaan kegiatan program kerja sehingga tercapai tujuan organisasi yang optimal,” dihadiri oleh Ketua Mahkamah Agung, Dr. H.M. Hatta Ali, SH., MH, Wakil Ketua bidang yudisial dan non yudisial, para Ketua Muda, hakim agung, pejabat Eselon I dan II, Ketua Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Tinggi Agama Manado, dengan para peserta perwakilan pengurus Dharmayukti Karini dari seluruh provinsi di Indonesia.
Acara dibuka oleh Dr. H. M Hatta Ali, SH., MH ,dan dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya program Dharmayukti Karini dalam 3 tahun kedepan, evaluasi dan partisipasi para anggota untuk memberikan dukungan pemikiran agar program dharmayukti karini bisa direalisasikan secara maksimal, serta memaparkan pentingnya ilmu berorganisasi untuk mempermudah menghadapi masalah. English
The opening of Fourth National Discussion of Dharmayukti Karini 2012 The Fourth National Discussion of Darmayukti Karini 2012 was held in Aryadutha Hotel, Manado, and focused a theme, “through the Fourth National Discussion 2012 we improve administration orderly of events implementation in accordance to optimize the aims of organization, attended by the Chief Justice, Dr. H.M. Hatta Ali, SH, MH, Vice Chief Justice for Judicial and non-Judicial, Deputy Chief Justice’s, Justices, Official Echelon I and II, the Chief of Manado High Court and the Chief of Manado Religious High Court, with participants of Dharmayukti Karini’s organizer from all of province of Indonesia. The National Discussion was opened by Dr. H.M. Hatta Ali, SH, MH, his speech concerned about the importance of Dharmayukti Karini’s program for next three years, evaluate, and participate from all member to support an idea through the program that could be realized maximally, and explained how important organizational study is to face a problem.
Indonesia Humas – manado. “IPASPI mendukung sistem Kamar untuk mewujudkan kesatuan hukum dan meningkatkan profesionalisme hakim” , begitulah kiranya tema yang di usung oleh Ikatan Panitera Sekretaris Pengadilan Indonesia di Rakernas Tahun ini.
Ketua MA, Bpk. M.Hatta Ali dalam sambutannya menyampaikan bahwa kode etik panitera dan juru sita mempunyai peranan yang sangat penting, karena dapat menjadi rambu – rambu yang tidak boleh dilanggar, jika sampai dilanggar maka akan membawa konsekuensi atau sanksi yang bisa dikenai.” Kalau ada ketentuan seperti ini, maka mau tidak mau seluruh anggota nya akan lebih berhati hati” dan tema yang di berikan IPASPI tahun ini dapat di lakukan secara parallel dari tingkat MA sampai dengan tingkat pertama. Baru – baru ini Ketua MA juga mengeluarkan SEMA mengenai adanya kesatuan hukum pada tingkat MA dalam mewujudkan sistem kamar, didalam SEMA tersebut memang mengatur tentang MA tetapi ada ketentuan yang menyatakan bahwa rumusan dari semua yang kamar yang ada ( perdata, pidana, agama, TUN dan Militer) agar dipatuhi dan dilaksanakan dari tingkat pertama dan banding apabila substansi nya sama. Oleh karena itu diharapkan SEMA tersebut juga mendapatkan perhatian dari IPASPI. Hal lain yang juga disampaikan adalah berkaitan dengan kesejahteraan yang diperjuangkan menjadi 100% khususnya bagi non hakim dan perubahan SK KMA no 143 tahun 2007 yang membedakan kelas pengadilan yaitu tipe A dan tipe B, diharapkan dengan SK yang baru, tidak ada kelas yang baru menjadi semua kelas 1a sehingga bisa mendapatkan tunjangan yang sama. Oleh karenanya Ketua Mahkamah Agung mengharapkan kinerja dan disiplin semakin ditingkatkan dalam pelaksananaan tugas sehari - hari. Karena akibat nila setitik rusak susu sebelangan, orang tidak akan menilai apakah hakim yang berbuat atau panitera yang berbuat namun yang akan dinilai adalah lembaga yang berbuat. Semoga tidak ada yang berurusan dengan badan pengawasan, karena apabila sudah berurusan dengan bawas berarti ada laporan atas tindakan penyimpangan yang dilakukan, ujar Bpk. M. Hatta Ali seraya menutup sambutannya. ( humas/ Rakernas2012) English
THE IMPORTANCE CODE OF CONDUCT FOR REGISTRAR AND SEIZOR
“IPASPI supports the chamber system to realize law unity and judges professionalism,” as a theme of Secretary Registrar Association of Indonesian Courts in National Working Meeting of the year.
The Chief Justice of Supreme Court, Dr. H.M. Hatta Ali, SH, MH, in his speech concerns about code of conduct of Registrar and Seizor as a regulation that should not be broken, otherwise sanctions will be imposed. “Through this regulation all members should be more carefully.” A theme of IPASPI this year could be realized through Supreme Court until the First Courts level.
Nowadays, the Chief Justice of Supreme Court, Dr. H. M. Hatta Ali declared circular of law unity in Supreme Court to realize the chamber system, despite this regulation there is provision of drafts from each chambers (civil, crime, religious, state administration, and military chamber) which should be followed and implemented from first courts until the Appellate Courts as it has similar substation. Therefore, this circular might be noticed by IPASPI.
Other things, are related to prosperity processed of 100% for non-judges of Supreme Court and conversion of Decision Letters of Chief Justice of Supreme Court number 423 years 2007 classified a type of the courts (class A and Class B), with this conversion the other type of class is no longer exist and all the first courts become A class and have similar prosperity.
However, the Chief Justice expects higher performance and discipline for enforcement of routines, because “a pot of milk is ruined by a drop of poison,” people would not appraise what judges have done or registrar have done rather than their institution. Hopefully there are no acts against Supervision Board, and if these processed means there are law deviation implied, said M. Hatta Ali as closing his speechs.
Indonesia“Segala Intervensi terhadap Hakim dan Lembaga Peradilan Harus Dilawan!”Manado l Badilag.net Ikatan Hakim Indonesia (IKAHI) menegaskan sikapnya terhadap perkembangan mutakhir dunia peradilan, khususnya fenomena kriminalisasi terhadap hakim. “Segala intervensi terhadap hakim dan lembaga peradilan harus dilawan!” tandas Ketua Umum IKAHI M Saleh, dalam Rakernas IKAHI di Manado, ahad malam (28/10/2012). Acara ini dihadiri Ketua Mahkamah Agung beserta Wakil Ketua MA Bidang Yudisial dan Non-Yudisial, para Ketua Muda MA, para hakim agung MA, para pejabat eselon I dan II MA, serta para pimpinan pengadilan tingkat banding dari seluruh Indonesia. Selain itu, hadir pula perwakilan hakim Mahkamah Konstitusi. M Saleh mengatakan, sebagai implementasi cetak biru pembaruan peradilan 2010-2035, lembaga peradilan saat ini menggencarkan perubahan dan pembaharuan demi mewujudkan badan peradilan Indonesia yang agung. EnglishAgainst to All intervention to Judges and Court "All intervention to judges and courts must be resisted." Said M. Shaleh as a head of Indonesia Judges (IKAHI) in National Working Meeting in Manado, Sunday Night (28/10/2012) The meeting also presented by Chief of Supreme Court of Republic Of Indonesia and the vice of Chief of Supreme court of Republic of Indonesia judiciary and non- judiciary, all deputy chief justice, all judges, all eselon 1 and 2, and whole of chief of high court of Indonesia, and deputation of constitutional judges. Muhammad Shaleh said that it is implementation of blue print 2010-2035, the judiciary is now intensifying the reformation and renewel in order to implemented the great Indonesia court.
IndonesiaAkhirnya Panitera dan Jurusita Punya Kode EtikManado l Badilag.net Panitera dan jurusita pengadilan kini memiliki kode etik yang mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan beserta sanksinya. Kode etik ini juga mengatur tentang Dewan Kehormatan Panitera dan Jurusita. Pengurus Ikatan Panitera dan Sekretaris Pengadilan Indonesia (IPASPI), dalam Rakernas IPASPI yang digelar tadi malam (28/10/2012), berhasil merampungkan penyusunan kode etik itu. Ketua Umum IPASPI Anton Suyatno mengatakan, kode etik ini diperlukan agar panitera dan jurusita selaku tenaga fungsional di lembaga peradilan dapat bekerja secara profesional dan berintegritas tinggi. English
Finally, the Registrar and the seizor Got Code of Conduct
Registrar and seizor now have code of conduct that manage what can and cannot do and the sanctions. This code also regulates the Council of Honor of the Registrar and Seizor.
|
- Hasil Rumusan Rakernas Manado 2012
- Kali Kedua, Rakernas Dengan Paperless Berhasil
- Kain Bentenan Jadi Andalan
- Tak Sekedar Bunaken dan Bubur Manado
- Inilah Payung Hukum Sistem Kamar di MA
- Mengapa Harus Sistem Kamar?
- Dari Remunerasi hingga Promosi-Mutasi
- Penerapan Sistem Kamar di Mahkamah Agung (Paparan Waka MA Bidang Yudisial)
- Pemaparan Ketua Muda Pengawasan : Sistem Pemantapan Pengawasan Internal Dalam rangka Menuju Peradilan yang Agung
- Permasalahan Hukum lingkungan PTUN Jakarta
- Permasalahan Hukum PTUN Surabaya
- Permasalahan Hukum LIngkungan PTUN Medan
- Permasalahan Hukum Lingkungan PTUN Makassar
- Permasalahan Hukum Lingkungan PT Palangkaraya
- Permasalahan Hukum PT Padang



Humas – manado. “IPASPI mendukung sistem Kamar untuk mewujudkan kesatuan hukum dan meningkatkan profesionalisme hakim” , begitulah kiranya tema yang di usung oleh Ikatan Panitera Sekretaris Pengadilan Indonesia di Rakernas Tahun ini.